Pages

Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 28 Desember 2012

Tekanan Osmotik


BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
Pertumbuhan tergantung pada adanya pemasukan air ke dalam sel yaitu pasokan air dari jaringan satu ke jaringan lainnya di suatu lingkungan. Osmosis terjadi apabila suatu larutan dipisahkan oleh suatu selaput yang permeabel oleh air. Tekanan osmosis merupakan tekanan yang mendorong air untuk berdifusi. Osmosis juga merupakan proses fisika difusi (dengan osmosis sebagai bagian khususnya) memainkan peranan yang sangat penting pada fisiologi tumbuhan, sehingga pengertian yang jelas mengenai proses ini perlu sekali dimiliki, tetapi agar mudah dimengerti, beberapa sifat umum materi harus diperhatikan terlebih dahulu.
Jaringan adalah sekumpulan sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Plasmolisis suatu sel yang dapat digambarkan pada plasmolisis sekumpulan sel dengan sifat-sifat yang sama. Partikel-partikel ini mempunyai dua sifat yaitu kemampuan untuk bergerak bebas dan kecenderungan untuk pertikel yang sama untuk tarik menarik. Kedua sifat ini sangat bertentangan.
Pada awal inspien plasmolisis air keluar dari vakuola hal ini dapat dilihat dari mengkerutnya suatu jaringan keadaan ini bersifat tidak dapat balik. Penyusutan akan berlangsung terus selama air yang hilang akan lebih banyak dari sel yang berada pada larutan yng mempunyai potensi osmosis yang tinggi. Sebagai perkiraan dapat dikatakan sebagai kecenderungan untuk gerakan bebas lebih unggul, zat itu akan berada dalam bentuk gas, jika kecenderungan untuk gaya tarik lebih unggul zat itu akan berada dalam bentuk padat. Sedangkan jika kedua kecenderungan itu kira-kira sama kuat, zat itu akan berada dalam bentuk zat cair.
Ada dua faktor penting yang menentukan apakah suatu zat tertentu berkelakukan sebagai zat padat, zat cair, ataupun gas yaitu mobilitas dasar suatu zat (misalnya partikel oksigen sangat bersifat mobil, sedangkan sangat saling berikatan kuat) dan suatu suhu itu (misalnya penggunaan panas dapat mengubah zat cair menjadi gas dengan meningkatkan kemampuan gerakan bebas partikel gas itu).

1.2       Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan Tekanan Osmosis?
2.      Apa saja rumus yang digunakan dalam Tekanan Osmosis?
3.      Apa saja contoh penerapan tekanan osmosis dalam kehidupan sehari-hari?

1.3       Tujuan Penulisan
Penyusunan makalah ini ditujukan untuk:
1.       Untuk memenuhi tugas Kimia Fisika.
2.       Untuk menambah wawasan mengenai tekanan osmosis.
3.       Untuk mengetahui rumus apa saja yang digunakan pada tekanan osmosis.
4.      Untuk mengetahui contoh tekanan osmosis dalam kehidupan sehari-hari.

1.4       Metode Penulisan
Metode penulisan makalah ini didasarkan pada gabungan dari beberapa literatur dan pencarian data melalui media internet.

1.5       Manfaat  Penulisan
Agar pembaca mengetahui lebih dalam tentang Tekanan Osmosis dan aplikasi tekanan osmosis serta contoh penerapan tekanan osmosis dalam kehidupan dalam sehari-hari.




BAB II
ISI

2.1       Pengertian Tekanan Osmosis

Osmosis adalah proses perpindahan larutan yang memiliki konsentrasi rendah melalui membran semipermeabel menuju larutan yang memiliki konsentrasi lebih tinggi hingga tercapai kesetimbangan konsentrasi. Pada proses osmosis, molekul-molekul pelarut bermigrasi dari larutan encer ke larutan yang lebih pekat hingga dicapai keadaan 

Proses osmosis
Tekanan yang diterapkan untuk menghentikan proses osmosis dari larutan encer atau pelarut murni ke dalam larutan yang lebih pekat dinamakan tekanan osmotik larutan, dilambangkan dengan π.
Osmosis merupakan difusi air melintasi membran semipermeabel dari daerahdimana air lebih banyak ke daerah dengan air yang lebih sedikit. Osmosis sangat ditentukan oleh potensial kimia air atau potensial air, yang menggambarkan kemampuan molekul air untuk dapat melakukan difusi. Sejumlah besar volume air akan memiliki kelebihan energi bebas daripada volume yang sedikit, di bawah kondisi yang sama. Energi bebas zuatu zat per unit jumlah, terutama per berat grammolekul (energi bebas mol-1) disebut potensial kimia. Potensial kimia zat terlarut kurang lebih sebanding dengan konsentrasi zat terlarutnya. Zat terlarut yang berdifusi cenderung untuk bergerak dari daerah yang berpotensi kimia lebih tinggi menuju daerah yang berpotensial kimia lebih kecil (Ismail, 2006).
Osmosis adalah difusi melalui membran semipermeabel. Masuknya larutan kedalam sel-sel endodermis merupakan contoh proses osmosis. Dalam tubuh organisme multiseluler, air bergerak dari satu sel ke sel lainnya dengan leluasa. Selain air, molekul-molekul yang berukuran kecil seperti O2 dan CO2 juga mudah melewati membran sel. Molekul-molekul tersebut akan berdifusi dari daerah dengan konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Proses Osmosis akan berhenti jika konsentrasi zat di kedua sisi membran tersebut telah mencapai keseimbangan(Anonim, 2009).
Struktur dinding sel dan membran sel berbeda. Membran memungkinkan molekul air melintas lebih cepat daripada unsur terlarut; dinding sel primer biasanya sangat permeable terhadap keduanya. Memang membran sel tumbuhanmemungkinkan berlangsungnya osmosis, tapi dinding sel yang tegar itulah yang menimbulkan tekanan. Sel hewan tidak mempunyai dinding, sehingga bila timbul tekanan didalamnya, sel tersebut sering pecah, seperti yang terjadi saat sel darah merah dimasukkan dalam air. Sel yang turgid banyak berperan dalam menegakkan tumbuhan yang tidak berkayu (Salisbury, 1995).
Prinsip osmosis: transfer molekul solvent dari lokasi hypotonic (potensirendah) solution menuju hypertonic solution, melewati membran. Jika lokasi hypertonic solution kita beri tekanan tertentu, osmosis dapat berhenti, atau malah berbalik arah (reversed osmosis).Besarnya tekanan yang dibutuhkan untuk menghentikan osmosis disebut sebagai osmotic press.
 Jika dijelaskan sebagai konsep termodinamika, osmosis dapat dianalogikan sebagai proses perubahan entrropi. Komponen solvent murni memiliki entropi rendah, sedangkan komponen berkandungan solut tinggi memiliki entropi yg tinggi juga. Mengikuti Hukum TermoII: setiap perubahan yang terjadi selalu menuju kondisi entropi maksimum, makasolvent akan mengalir menuju tempat yg mengandung solut lebih banyak, sehingga total entropi akhir yang diperoleh akan maksimum. Solvent akan kehilangan entropi, dan solut akan menyerap entropi. "Orang miskin akan semakin miskin, sedang yang kaya akan semakin kaya". Saat kesetimbangan tercapai, entropi akan maksimum, ataugradien (perubahan entropi terhadap waktu) = 0. Ingat: pada titik ekstrim, dS/dt = 0(Wibosono, 2009).

Osmosis Balik
Proses osmosis suatu larutan dapat dihentikan. Proses osmosis juga bahkan dapat dibalikkan arahnya dengan menerapkan tekanan yang lebih besar dari tekanan osmosis larutan. Proses ini dinamakan osmosis balik. Osmosis balik berguna dalam desalinasi (penghilangan garam) air laut untuk memperoleh air tawar dan garam dapur.
(a) Alat desalinasi air laut melalui osmosis balik.
(b) Alat desalinasi tersusun atas silinder-silinder yang dinamakan permeator, yang mengandung jutaan
serat berongga  kecil.
(c) Dengan adanya tekanan, air laut masuk ke dalam permeator dan masuk ke dalam serat berongga sehingga ion-ion garam dapat dipisahkan dari air laut.

Penerapan tekanan dari luar yang melebihi nilai π menyebabkan terjadinya osmosis balik. Pada proses desalinasi, molekul-molekul air keluar dari larutan meninggalkan zat terlarut. Membran yang dapat digunakan untuk proses osmosis balik adalah selulosa asetat. Membran ini dapat dilewati oleh molekul air, tetapi tidak dapat dilewati oleh ion-ion garam dari air laut.

2.2       Rumus Menghitung Tekanan Osmosis
            Tekanan osmotik larutan berbanding lurus dengan konsentrasi molar zat. Dalam bentuk persamaan dapat ditulis sebagai berikut.
π ≈ M  atau π  = k.M
k adalah tetapan kesetaraan yang bergantung pada suhu. Untuk larutan encer harga  k sama dengan RT, dimana R tetapan gas dan T adalah suhu mutlak.
Oleh karena kemolaran memiliki satuan mol per liter larutan, maka tekanan osmotik larutan dapat dinyatakan sebagai berikut.
                                  
Keterangan:
π   = Tekanan osmotik
M  = Molaritas larutan
V   = Volum larutan (dalam liter)
R   = Tetapan gas (0,082 L atm/mol.K)
T   = Suhu (K)



Contoh :                                                                                                                                        
Menentukan Tekanan Osmotik larutan, berapakah tekanan osmotik larutan yang dibuat dari 18 g glukosa yang dilarutkan ke dalam air hingga volume larutan 250 ml? Diketahui suhu larutan 27°C dan R = 0,082 L atm mol–1 K–1.

Jawab:
Jumlah mol C6H12O6

Tekanan osmotik larutan: π=(n/V) RT
π = 0,1mol/0,25L × 0,082 L atm mol–1 K–1× 300 K
   = 9,84 atm
Jadi, tekanan osmotik larutan sebesar 9,84 atm


2. 3      Penerapan Tekanan Osmosis dalam Kehidupan Sehari-hari
·         Mengontrol Bentuk Sel
Jika dua buah larutan yang dipisahkan oleh membran semipermeabel memiliki tekanan osmotik sama, kedua larutan tersebut isotonik satu dengan yang lainnya. Jika salah satu larutan memiliki tekanan osmotik lebih besar dari larutan yang lain, larutan tersebut dinamakan hipertonik. Jika larutan memiliki tekanan osmotik lebih kecil daripada larutan yang lain, larutan tersebut dinamakan hipotonik. Tekanan osmosik memainkan peranan penting dalam sistem hidup. Misalnya, dinding sel darah merah berfungsi sebagai membran semipermeabel terhadap pelarut sel darah merah. Penempatan sel darah merah dalam larutan yang hipertonik relatif terhadap cairan dalam sel menyebabkan cairan sel keluar sehingga mengakibatkan sel mengerut.

Proses pengerutan sel seperti ini disebut krenasi. Penempatan sel darah dalam larutan yang hipotonik relatif terhadap cairan dalam sel menyebabkan cairan masuk ke dalam sel sehingga sel darah merah akan pecah. Proses ini dinamakan hemolisis. Seseorang yang membutuhkan pengganti cairan tubuh, baik melalui infus maupun meminum cairan pengganti ion tubuh harus memperhatikan konsentrasi cairan infus atau minuman. Konsentrasi cairan infus atau minuman harus isotonik dengan cairan dalam tubuh untuk mencegah terjadi krenasi atau hemolisis.

·        Mesin Cuci Darah
Pasien penderita gagal ginjal harus menjalani terapi cuci darah. Terapi menggunakan metode dialisis, yaitu proses perpindahan molekul kecil-kecil seperti urea melalui membran semipermeabel dan masuk ke cairan lain, kemudian dibuang. Membran tak dapat ditembus oleh molekul besar seperti protein sehingga akan tetap berada di dalam darah.



·        Pengawetan Makanan
Sebelum teknik pendinginan untuk mengawetkan makanan ditemukan, garam dapur digunakan untuk mengawetkan makanan. Garam dapat membunuh mikroba penyebab makanan busuk yang berada di permukaan makanan.

·        Membasmi Lintah
Garam dapur dapat membasmi hewan lunak, seperti lintah. Hal ini karena garam yang ditaburkan pada permukaan tubuh lintah mampu menyerap air yang ada dalam tubuh sehingga lintah akan kekurangan air dalam tubuhnya.

·   Penyerapan Air oleh Akar Tanaman
Tanaman membutuhkan air dari dalam tanah. Air tersebut diserap oleh tanaman melalui akar. Tanaman mengandung zat-zat terlarut sehingga konsentrasinya lebih tinggi daripada air di sekitar tanaman sehingga air dalam tanah dapat diserap oleh tanaman.

·        Desalinasi Air Laut Melalui Osmosis Balik
Osmosis balik adalah perembesan pelarut dari larutan ke pelarut, atau dari larutan yang lebih pekat ke larutan yang lebih encer. Osmosis balik terjadi jika kepada larutan diberikan tekanan yang lebih besar dari tekanan osmotiknya.
Osmosis balik digunakan untuk membuat air murni dari air laut. Dengan memberi tekanan pada permukaan air laut yang lebih besar daripada tekanan osmotiknya, air dipaksa untuk merembes dari air asin ke dalam air murni melalui selaput yang permeabel untuk air tetapi tidak untuk ion-ion dalam air laut. Tanpa tekanan yang cukup besar, air secara spontan akan merembes dari air murni ke dalam air asin.
Penggunaan lain dari osmosis balik yaitu untuk memisahkan zat-zat beracun dalam air limbah sebelum dilepas ke lingkungan bebas.
2.4       Gejala Osmosis
Gejala osmosis (dari kata yunani: "mendorong") adalah perjalanan pelarut murni ke dalam larutan, yang keduanya dipisahkan oleh membran semipermeabel, yaitu membran yang dapat diserapi oleh pelarut tetapi tidak oleh zat terlarutnya, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis adalah perpindahan molekul pelarut secara netto melalui membran semipermeabel dari pelarut murni ke larutan yang memiliki konsentrasi lebih besar (mengandung zat terlarut) sampai laju aliran molekul pelarut murni ke larutan sama dengan laju aliran molekul pelarut dalam larutan ke pelarut murni.
Pada gambar diatas, wadah kiri diisi oleh pelarut murni (misal air) dan bagian kanan diisi oleh larutannya (misal larutan gula). Kedua bagian dipisahkan oleh suatu membran semipermeabel (misal membran selofan), yaitu membran yang permeabel terhadap molekul pelarut dan impermeabel terhadap molekul terlarut. Jadi molekul air (baik dari larutan maupun pelarut murni) dapat melewati membran tersebut, sedangkan molekul-molekul gula tidak dapat melewatinya. 
Salah satu percobaan yang dapat membuktikan pernyataan diatas adalah dengan proses osmosis, misalnya memisahkan air dan larutan gula menggunakan membran semipermeabel. Sebelum proses osmosis terjadi wadah kiri (air) tidak berasa, wadah kanan (larutan gula) berasa sangat manis, dan permukaan cairan di kedua bagian sama tinggi, tetapi seiring bertambahnya waktu permukaan larutan gula naik sampai ketinggian tertentu dan ketika dicapai kesetimbangan tidak terjadi pertambahan ketinggian pada permukaan cairan di wadah kanan. Rasa pada wadah kiri (air) tetap tidak berasa karena tidak ada molekul gula yang dapat melewati membran semipermeabel untuk masuk ke wadah kiri sehingga dalam wadah kiri hanya terdapat molekul air sedangkan pada wadah kanan (larutan gula) rasanya menjadi kurang manis dari keadaan semula karena terjadi penambahan molekul air yang berasal dari wadah kiri yang dapat melewati membran semipermeabel sehingga dalam wadah kanan terdapat molekul gula yang jumlahnya tetap dan molekul air yang jumlahnya bertambah yang mengakibatkan konsentrasi larutan gula menjadi lebih rendah.                                                                                                            
Perbedaan ketinggian pelarut dan larutannya sebesar h, perbedaan ketinggian ini menyebabkan adanya tekanan hidrostatik dalam larutan yang disebut dengan tekanan osmosis dari larutan.



Selain pada kejadian diatas, peristiwa osmosis juga dapat terjadi pada dua larutan dengan konsentrasi berbeda yang dipisahkan oleh membran semipermeabel, seperti pada gambaran berikut.


Dalam kasus diatas C1>C2>C3>C4 dan perbedaan ketinggian hB<hC<hD<hA. Perbedaan ketinggian ini menunjukan tekanan osmosis pada A>D>C>B. Semakin pekat suatu larutan maka potensial kimia larutan tersebut semakin kecil dibandingkan pelarut murni.
            Dalam proses osmosis A, perpindahan pelarut secara netto berlangsung dari arah pelarut murni ke dalam larutannya. Hal ini dapat ditinjau dari potensial kimia pelarut di kedua fasa, yaitu pada pelarut murni dan pada larutannya. Jadi potensial kimia pelarut murni lebih besar daripada potensial kimia pelarut dalam larutan. Oleh karena itu laju pelarut murni ke larutan melalui membran semipermeabel lebih besar dibandingkan laju pelarut dari larutan ke pelarut murni yang berharga sangat-sangat kecil. Peristiwa osmosis berakhir saat tercapai kesetimbangan di kedua fasa.
            Keadaan kesetimbangan tercapai ketika laju aliran molekul dari pelarut murni sama dengan laju aliran molekul pelarut dari larutannya. Hal ini diperoleh melalui perbedaan tekann hidrostatik di kedua bagian wadah. Adanya tekanan ekstra ini akan meningkatkan potensial kimia pelarut dalam larutannya sampai potensial kimia pelarut dalam larutan sama dengan potensial kimia pelarut murninya, μA = μA*. 
            Proses osmosis juga terjadi pada B, C, dan D. Perpindan pelarut secara netto berlangsung dari arah pelarut dalam larutan yang lebih rendah konsentrasinya ke dalam larutan yang lebih pekat konsentrasinya sampai dicapai keadaan kesetimbangan di kedua sisi/bagian wadah. Ditinjau dari potensial kimia pelarut dalam larutan dibandingkan dengan potensial kimia pelarut murni menunjukan μC1<μC2<μC3<μC4<μA*.
Besaran Π disebut dengan tekanan osmosis, yaitu tekanan yang harus diterapkan pada larutan untuk mengingkatkan potensial kimia pelarutnya sampai pada nilai potensial kimia cairan pelarut murninya pada 1 atm. Saat kesetimbangan harus dipenuhi kriteria kesetimbangan, dalam hal ini potensial kimia pelarut dalam larutan (pada suhu T dibawah tekanan P) sama dengan potensial kimia pelarut dalam larutan (pada suhu T dibawah tekanan P+ Π):μ(T,P+Π) = μ*(T,P)
Oleh karena membran bersifat impermeabel terhadap terlarut maka tidak ada kesetimbangan untuk μ terlarut. Untuk memperoleh hubungan antara konsentrasi terlarut (dalam satuan kemolaran) dengan tekanan osmotik maka digunakan pendekatan yang sama seperti dalam penurunan rumus kenaikan titik didih. Sehingga persamaan menjadi:
                                                Π = CRT atau Π = MRT
                                        Π = wBRT/MBV atau MB = wBRT/ΠV
dengan C dan M adalah masing-masing konsentrasi dan kemolaran larutan, wB adalah massa zat terlarut, dan MB adalah massa molar zat terlarut. Konsentrasi C dapat diganti dengan kemolaran (mol per liter) karena pengukuran tekanan osmotik biasanya dilakukan pada suhu tetap sehingga untuk larutan encer kemolaran dan kemolalan dianggap bernilai sama. Rumusan diatas hanya berlaku untuk larutan ideal encer dan dapat digunakan dalam penerapan osmometri, yang paling umum adalah pengukuran massa molar makromolekul (protein dan polimer sintetik). Ketika molekul-molekul besar ini melarut menghasilkan larutan yang jauh lebih ideal, dianggap bahwa persamaan van't hoff hanyalah suku pertama dari deret yang menyerupai persamaan varial:
                                              Π = [M]RT { 1 + M[M] + . . . }
suku-suku tambahan memperhitungkan ketakidealan tersebut. Tekanan osmosis di ukur pada suatu konsentrasi dan alur dari Π/[M] terhadap [M] digunakan untuk mengetahui massa molar M.
            Osmosis memiliki peranan penting dalam sistem kimia dan biologi. Osmosis adalah kasus khusus dari transpor pasif, dimana molekul air berdifusi melewati membran yang bersifat selektif permeabel. Dalam sistem osmosis, dikenal larutan hipertonik (larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut tinggi), larutan hipotonik (larutan dengan konsentrasi terlarut rendah), dan larutan isotonik (dua larutan mempunyai konsentrasi terlarut sama). Jika terdapat dua larutan yang tidak sama konsentrasinya, maka molekul air melewati membran sampai kedua larutan seimbang. Dalam proses osmosis, pada larutan hipertonik, sebagian besar molekul air terikat (tertarik) ke molekul gula (terlarut), sehingga hanya sedikit molekul air yang bebas dan bisa melewati membran untuk masuk ke larutan yang memiliki konsentrasi terlarut lebih rendah. Sedangkan pada larutan hipotonik, memiliki lebih banyak molekul air yang bebas (tidak terikat oleh molekul terlarut), sehingga lebih banyak molekul air yang melewati membran untuk masuk ke larutan yang memiliki konsentrasi terlarut lebih rendah. Oleh sebab itu, dalam osmosis aliran netto molekul air adalah dari larutan hipotonik ke hipertonik.
            Proses osmosis juga terjadi pada sel hidup di alam. Perubahan bentuk sel terjadi jika terdapat pada larutan yang berbeda. Sel yang terletak pada larutan isotonik, maka volumenya akan konstan. Dalam hal ini, air (pelarut) yang masuk dan keluar dari sel memiliki jumlah yang sama besar. Banyak hewan-hewan laut, seperti bintang laut (Echinodermata) dan kepiting (Arthropoda) cairan selnya bersifat isotonik dengan lingkungannya. Jika sel terdapat pada larutan yang hipotonik, maka akan banyak air yang masuk ke dalam sel, sehingga menyebabkan lisis (pada sel hewan), atau turgiditas tinggi (pada sel tumbuhan). Sebaliknya, jika sel berada pada larutan hipertonik, maka banyak molekul air yang keluar dari sel, sehingga sel menjadi kecil dan dapat menyebabkan kematian. Pada hewan, untuk bisa bertahan dalam lingkungan yang hipo- atau hipertonik, maka diperlukan pengaturan keseimbangan air, yaitu dalam proses osmoregulasi.

BAB III
PENUTUP

3.1       Kesimpulan
Osmosis adalah proses perpindahan larutan yang memiliki konsentrasi rendah melalui membran semipermeabel menuju larutan yang memiliki konsentrasi lebih tinggi hingga tercapai kesetimbangan konsentrasi. Pada proses osmosis, molekul-molekul pelarut bermigrasi dari larutan encer ke larutan yang lebih pekat hingga dicapai keadaan kesetimbangan konsentrasi di antara kedua medium tersebut.
Tekanan yang diterapkan untuk menghentikan proses osmosis dari larutan encer atau pelarut murni ke dalam larutan yang lebih pekat dinamakan tekanan osmotik larutan, dilambangkan dengan π.
Osmosis merupakan difusi air melintasi membran semipermeabel dari daerah dimana air lebih banyak ke daerah dengan air yang lebih sedikit. Osmosis sangat ditentukan oleh potensial kimia air atau potensial air , yang menggambarkan kemampuan molekul air untuk dapat melakukan difusi. Sejumlah besar volume air akan memiliki kelebihan energi bebas daripada volume yang sedikit, di bawah kondisi yang sama.

3.2       Saran
Mempelajari materi Tekanan Osmosis itu penting. Karena tekanan osmosis diterapkan dalam kehisdupan sehari-hari. Contohnya saja seorang pasien di rumah sakit harus diberi cairan infus. Sebenarnya apakah cairan infus tersebut?
Larutan yang dimasukkan ke dalam tubuh pasian melalui pembuluh darah haruslah memiliki tekanan yang sama dengan tekanan sel-sel darah. Apabila tekanan cairan infus lebih tinggi maka cairan infus akan keluar dari sel darah. Prinsip kerja infuse ini pada dasarnya adalah tekanan osmosis.


DAFTAR PUSTAKA

http://malamfajar.wordpress.com/2010/10/29/tekanan-osmosis/










Kamis, 27 Desember 2012

Agustus dan Kenangan


Pagi yang mendung di bulan Agustus membuat Nay membuka memori yang hampir terlupakan. Ia terbangun dari pembaringannya yang sangat nyaman, ketika pintu kamarnya dibuka dari luar. Cahaya pagi mulai menerobos masuk saat pintu perlahan-lahan terbuka lebar. Saat Nay mulai beranjak bangkit dari tempat tidurnya,  dilihatnya sosok wanita yang menyodorkan ponselnya yang tak lain adalah ibunya.
“Halo, siapa ini?” Ujar Nay  saat menerima telepon itu.
“ Kak Nay? Aku Yuan. Kakak, masih inget sama aku nggak?” terdengar suara gadis dari seberang telepon.
Nay mencoba mengingat nama itu. Nama yang tidak terasa asing baginya.
“Adik koko Jovi?” Tebak Nay.
Saat mengucapkan nama  itu, entah mengapa memori yang hampir tidak pernah ia buka tiba-tiba menyeruak begitu saja. Jovian, sahabatnya yang selalu menemani masa kecilnya sekaligus laki-laki yang pernah ia sukai dulu. Nay ingat ia selalu memanggilnya koko, panggilan khas kakak laki-laki bagi orang Tionghoa. Terlebih lagi dia sangat dewasa untuk seumurannya.
“Iya Kak. Kak Nay kok diam?” Tanya Yuan di seberang telepon
 “Tidak kok. Yuan, mana koko Jovi?”
“Oh… koko Jovi ya, Ntar Yuan ceritain semuanya. Kakak bisa temui Yuan di perkebunan, tempat dulu kak Nay main bersama koko Jovi” Ujarnya mengakhiri pembicaraan.
Walau Nay tidak pernah bertemu secara langsung dengan Yuan, tapi tebakannya benar bahwa gadis itu adalah adik sahabatnya Jovian. Dulu  Nay pernah mendengar cerita tentang Yuan.
                                                                    ***
Sekarang Nay berjalan menelusuri masa lalu 10  tahun yang hampir terlupakan. Perkebunan  itu tak banyak berubah, masih sama seperti waktu dulu ketika Nay dan Jovian sering bermain bersama. Hanya orang-orangnya saja yang berubah, sekarang terasa asing baginya. Nay ingat dulu ia sering bersepeda bersama Jovian. Mereka suka sekali berkeliling di sekitar perkebunan kelapa sawit itu. Perkebunan kelapa sawit yang cukup luas di daerah Pelaihari, Tanah Laut. Terlebih lagi mereka hampir mengenal seluruh orang-orang yang bekerja di perkebunan itu. Terkadang mereka ikut membantu para pekerja kelapa sawit yang sedang bekerja. Hari-hari yang indah dan penuh keceriaan mereka lalui bersama. Masa yang patut dikenang untuk selamanya.
Begitulah, perkebunan itu selalu bercerita tentang orang-orang yang mencari penghidupan darinya. Seperti cerita persahabatan Nay dengan Jovian yang bermula dari perkebunan itu. Menapaki jalan di perkebunan selangkah demi selangkah sambil memandangi jejeran pohon kelapa sawit di perkebunan itu. Ia menanti saat seperti dulu saat dimana ia bisa bertemu dengan Jovian.
Nay mulai mempercepat langkahnya untuk segera sampai ke sebuah saung tempat para pekerja biasa beristirahat.
‘Seperti apa dia sekarang? Sudah lebih dari 10 tahun tidak bertemu. Bagaimana wajahnya dan setinggi apa dia? Saat masih kecil, Jovian udah tinggi banget.’ Batin Nay sambil membayangkan bagaimana wujud Jovian sekarang.
Dari kejauhan Nay melihat ada sosok gadis mungil berambut panjang yang melambai ke arahnya. Tubuhnya kecil. Begitu juga matanya, sipit. Bahkan saat ia tersenyum, matanya bagaikan garis yang menghiasi wajahnya.
‘Apakah senyum Jovian seperti senyum Yuan?’ Nay kembali membayangkan bagaimana wajah Jovian sekarang.
“Kak Nay!!!!” serunya.
“Yuan. Yuannessa” ujar Nay dengan nada bertanya.
“Iya kak, aku Yuan. Kakak kok lama banget sih? Makanya Yuan susul kakak kemari. Ternyata benar ucapan koko Jovi, kakak sangat suka dengan perkebunan ini.” Ujarnya dengan penuh keyakinan sembari menyusuri perkebunan kelapa sawit.
‘Jovian, apa saja yang telah kamu ceritakan pada Yuan. Kenapa bukan kamu saja yang menghubungiku. Paling tidak datang menemuiku di sini. Seperti dulu kamu yang selalu menungguku di perkebunan bahkan di saung ini. Saat kita sama-sama pergi ke sekolah. Bukankah kamu selalu melakukan hal itu untukku, sahabatku? Menunggu dan menemaniku. Tapi ini pertama kalinya aku bertemu dengan Yuan. Kenapa dia bisa sangat yakin aku Nay.’ Gerutu Nay dalam hati sambil berjalan mengikuti langkah gadis yang berjalan di depannya.
“Nah….. udah sampai” ujar Yuan memecah lamunan Nay.
“Kok rumah  ini? Bukannya kalian udah pindah? Dua tahun yang lalu aku pernah kemari, tapi rumah ini sudah kosong,” kata Nay sambil memandang seisi rumah.
“Kenapa nangis? Lebih baik main denganku. Mau? Ujar Yuan dengan nada membujuk.
“Taaappiii….” ujar Nay sambil terisak
Nay mengingat kembali kenangan masa lalunya bersama Jovian.
Seorang gadis kecil menangis karena dimarahi ibunya. Hanya Jovian yang menyapa gadis kecil itu. Dia pun menghibur gadis itu dengan mengajaknya bermain menyusuri perkebunan. Perkebunan yang dipenuhi dengan suara kicauan burung yang saling bersahutan dan para pekerja yang sibuk dengan pekerjaan mereka. Itulah awal persahabatan mereka. Bahkan mereka bersekolah di sekolah yang sama.
Setiap pagi, Jovian selalu menjemput Nay di depan rumah. Dia dengan sabarnya menunggu Nay. Dia selalu melindungi Nay dari kejahilan anak-anak yang biasa mengganggunya di sekolah. Banyak juga anak perempuan yang naksir dengan Jovian. Karena posturnya yang tinggi dengan kulit putih dan mata sipit. Nay pun diam-diam juga naksir Jovian. Karena mereka sering menghabiskan waktu bersama sehingga perasaan di hati Nay pun mulai tumbuh. Entah perasaan apa itu, ia juga tahu, yang pasti ia tidak ingin kehilangan dan ingin terus bersama. Tapi Nay tidak mau merusak persahabatannya dengan Jovian hanya karena perasaaan yang dimilikinya. Karena mereka berikrar akan terus bersama dan menjadi sahabat selamanya.
“Ko Jovi, Nay mau pindah rumah sama sekolah. Padahal Nay nggak mau pisah dari ko Jovi” ujar Nay sedih.
“Udah.. Kamu nggak boleh gitu. Nay, harus nurut sama tante. Lagian Nay bisa datang kemari kapanpun Nay mau” ujar Jovian sambil mengusap pipi Nay.
“iya ko Jovi, Nay nggak sedih lagi kok. Makasih ya. Nanti Nay pasti akan sangat merindukan koko”.
“iya koko juga pasti akan sangat merindukan Nay kalo Nay nggak ada disini lagi.”
Itulah pertemuan terakhir mereka. Jovian tidak pernah lagi datang mengambil raport kenaikan kelas. Padahal dia sudah berjanji akan datang. Nay menunggu dan terus menunggu hingga matahari terbenam. Karena Nay pikir kali ini harus dia yang menunggu. Tapi penantiannya tak berujung. ‘Kenapa kamu tidak pernah datang menemuiku? Bahkan aku belum mengucapkan selamat tinggal sebagai ucapan perpisahan kita’ sesal Nay.
Nay sadar itu semua hanya bagian dari masa lalunya bersama Jovian. Masa yang tidak akan pernah bisa untuk ia lupakan.
Saat mulai menyusun kepingan-kepingan kenangan persahabatannya dengan Jovian, Nay terkejut tatkala sebuah surat bersampul biru yang hampir pudar warnanya  disodorkan padanya.
“Untuk kak Nay” ujar Yuan dengan tersenyum.
“Untukku?” Tanya Nay sambil menerima surat biru lusuh itu dengan heran.
“Bukanya nanti aja. Kita harus menemui koko Jovi dulu” ujar Yuan sambil menarik tangan Nay.
Banyak pertanyaan yang hinggap dibenak Nay, tapi ia hanya mampu diam dan mengikuti kemana langkah Yuan berakhir untuk menemui sahabatnya, Jovian. Rupanya mereka pergi tidak jauh dari rumah Jovian. Perlahan-lahan Yuan mulai berhenti di depan sebuah nisan. Nay merasa heran dan perlahan-lahan mendekati Yuan. Lalu mengamati nisan itu.
Rasanya langit akan runtuh. Sebuah nama yang sangat  ia kenal tergores dengan jelas di batu nisan itu. Nay tidak mampu menahan air mata yang dengan mudahnya mengalir dari pipinya. Nay mulai menangis bahkan tangisannya memecah kesunyian. Kakinya lemas. Tubuhnya mati rasa. Sahabatnya yang ia tunggu sudah pergi meninggalkan dunia ini. Nay hanya bisa terduduk lemas di depan nisan itu.
“Seperti yang kakak lihat. Ini kuburan koko Jovi. Sebenarnya Yuan ingin menemui kakak, saat kakak datang ke rumah dua tahun yang lalu. Tapi pesan koko Jovi untuk terakhir kalinya, Yuan harus menemui kakak dibulan Agustus” ujarnya dengan mata sayu.  “Tapi pada bulan Agustus tahun lalu Yuan nggak bisa menghubungi kakak. Maafin Yuan ya kak” lanjutnya.
‘Bulan Agustus? Rupanya kamu masih ingat dengan jelas bulan yang menjadi awal pertemuan kita dan awal dari persahabatan ini. Kamu bahkan mengakhirinya di bulan yang sama. Di bulan ini aku juga berulang tahun. Dan yang lebih tragisnya lagi hari ini adalah hari ulang tahunku. Sungguh tega kamu melakukan semua ini padaku Jov..’ batin Nay masih dengan tangisnya yang semakin menjadi-jadi.
            Di depan nisan Jovian, Nay mulai menyobek pinggiran surat biru lusuh yang diberikan Yuan. Lalu ia membuka lipatan kertas itu.

Dear Naysilla, sahabatku
Saat kamu membaca surat ini, berarti sahabatmu tidak bisa menepati janjinya. Maaf, aku tidak bisa datang. Bahkan sampai detik ini, malah kamu yang datang menemuiku. Saat itu, kakekku sedang sakit parah, aku harus pergi ke Jogja untuk menjenguknya. Maaf aku tidak sempat memberitahumu. Nay, maaf kalau aku telah mengecewakanmu. Aku hanya berharap kamu bisa memahami alasanku. Selamanya kau sahabat terbaikku. Terima kasih untuk semuanya terutama persahabatan yang telah kamu berikan kepadaku. Dan yang terakhir, ku ingin kamu tahu bahwa aku menyayangimu.
Dari sahabatmu.
Jovian Jeremia Winarta

“Maaf kak, Yuan baru ngasih tau kakak sekarang. Koko Jovi meninggal karena mengidap kanker otak. Dia sebenarnya pengen banget ketemu sama kakak, tapi keadaannya nggak memungkinkan untuk menemui kakak. Dia juga nggak mau kakak sedih karena kondisinya saat itu. Waktu itu kami tinggal di Jogja, koko mempunyai permintaan terakhir yaitu pergi ke perkebunan kelapa sawit. Papa dan mama akhirnya memutuskan untuk mengabulkan permintaan terakhirnya itu. Saat berjalan-jalan menyusuri perkebunan, walaupun dengan kursi roda yang aku dorongkan untuknya, dia terlihat sangat bahagia, Keadaannya pun mulai sedikit membaik. Kami mulai mempunyai harapan bahwa koko akan sembuh. Namun Tuhan berkehendak lain, tepat di bulan Agustus Tuhan memanggilnya. Sebelum koko pergi dia menitipkan surat itu pada Yuan dan ia berpesan agar Yuan memberikannya kepada kakak di bulan Agustus” jelas Yuan dengan penuh sesal.
Setelah mendengar penjelasan dari Yuan air mata Nay seakan terjatuh tak terkendali, menetes dengan sendirinya dan menjatuhi kertas lusuh yang di pegangnya sehingga membuat kertas itu menjadi basah. Tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya dia terus menagis dan menangis.
“Kakak sabar ya.. Yuan tau ini sangat berat buat kakak”  Yuan berusaha menenangkan Nay.
Keharuan terjadi ditengah-tengah suasana itu, diri Nay yang lemas tak bisa menopang tubuhnya. Akhirnya Nay pun pingsan.

                                                                 ***

Nay merasa hari-harinya saat ini seakan tak berarti, karena tak ada yang ia tunggu lagi dan tak ada lagi seseorang yang harus ia sayangi. Terdiam, menangis, dan menyendiri, itu saja yang ia lakukan setiap hari, bahkan ia sampai lupa makan dan hal itu membawanya ke rumah sakit karena kondisinya semakin hari semakin melemah.
“Kak Nay kenapa? Kenapa bisa seperti ini kak?...” Melihat keadaan Nay yang masih terpasang oleh oksigen dan infus air mata Yuan seakan tak terbendung.
“Aku nggak mau kehilangan kakak setelah kehilangan koko Jovi. Koko Jovi akan menangis kalau melihat kaka dengan keadaan seperti ini, ku mohon kakak bangun.” Dengan berjuta-juta harapan Yuan mencoba membangunkan Nay yang sedang terbaring lemah. Ibu Serta ayah Nay yang melihat itu hanya bisa menangis karena melihat keadaan anaknya yang tak kunjung membaik.
Seakan mendengar kata-kata Yuan, Nay mulai membuka matanya. Yuan, ibu, dan ayahnya pun terkejut dan langsung menghampiri Nay. Sejak saat itu keadaan Nay berangsur-angsur membaik, ia pun menjalani hari-harinya seperti biasa dengan di temani Yuan, Nay mulai membuka lembaran barunya tanpa bayang-bayang Jovian yang akan datang padanya, karena ia yakin kalau suatu hari nanti ia dan Jovian akan bertemu walaupun di tempat yang berbeda dan dikesempatan berbeda. Karena Nay selalu menanamkan bahwa Jovian adalah sahabat terbaik yang pernah ia miliki.

                                                       ***
“Bu Naysilla ini laporan keuangan perusahaan bulan ini” karyawannya menyodorkan map berwarna merah kehadapannya.
“Taruh di meja dulu deh pak, nanti saya periksa, saya mau ke perkebunan dulu” Naysilla melangkahkan kakinya menuju keluar mengambil sepedanya dan mengayuh kearah perkebunan kelapa sawit. Dia menikmati pemandangan jejeran pohon kelapa sawit dan menikmati aroma masa lalunya bersama Jovian 15 tahun yang lalu, sesekali Naysilla melemparkan senyuman kepada para pekerja yang menyapanya sepanjang jalan. Naysilla mengayuh sepedanya lebih cepat dan tersenyum menatap anak-anak yang sedang asyik bermain seperti dirinya dulu bersama Jovian, dan dia yakin Jovian akan ikut tersenyum kepadanya sekarang walapun dia tak dapat melihatnya lagi tapi tempat ini yang akan menjadi saksi bisu kenangan dan rindunya kepada Jovian.